Jumat, 12 Mei 2017

To make things short, here is my brief explanation:

Dalam perkuliahan, saya mendapat sebuah mata kuliah bernama “Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi” (singkatnya, PTIK), dan diberi tugas untuk membuat pos di blog terkait dengan materi yang akan dipelajari.

Misal, pertemuan kedua membahas Technological Determinism Theory, maka saya harus membuat blog post terkait hal tersebut.

Mengingat mata kuliah ini membahas teknologi, maka saya berpikir akan sangat menarik jika saya membahasnya melalui medium yang gemar membahas teknologi pula. Saya pun teringat dengan sebuah serial televisi yang disarankan oleh teman saya: Black Mirror.

Black Mirror adalah sebuah serial televisi buatan Charlie Brooker yang, melansir dari IMDb, adalah
“A television anthology series that shows the dark side of life and technology.”
Karena antologi, maka cerita setiap episode pun berbeda, namun masih ada di bawah payung yang sama: sisi gelap teknologi.

Dengan dua tema yang sama-sama teknologi, maka saya berpikir akan mengasyikkan dan menantang jika saya membahas setiap episode Black Mirror melalui perspektif PTIK, atau sebaliknya.

Okay, then! It was settled already! So let’s begin our journey to the dark side of the information and communication technology!

edit: ternyata saya terlalu kewalahan dan tidak dapat menyelesaikan semuanya semasa perkuliahan ; tapi tetap saya berniat selesaikan (dan bahkan mungkin diteruskan) sehingga memang beberapa tulisan tidak lagi mengacu sama sekali ke materi perkuliahan. Tapi tidak apa toh, bukankah jadi lebih menarik karena lebih bebas?

Analisis Serial TV Black Mirror:
  1. Pengantar (This post)
  2. Technology Determinism (Season 1 Episode 1 – “The National Anthem”)
  3. Social Construction of Technology (Season 1 Episode 2 – “15 Million Merits”)
  4. Budaya Konvergensi (Season 1 Episode 3 – “The Entire History of You”
  5. Hak Cipta, Kepemilikan, dan Pengawasan (Season 2 Episode 1 – “Be Right Back”)
  6. Paradoks Konvergensi Media (Season 2 Episode 2 – “White Bear”)
  7. Peran dan Partisipasi Khalayak (Season 2 Episode 3 – “The Waldo Moment”)
  8. Transhumanism (Special Christmas Episode – “White Christmas”)
  9. Kecerdasan Kolektif (Season 3 Episode 1 – “Nosedive”)
  10. Realitas dan Ketakutan (Season 3 Episode 2 – “Playtest”)
  11. Vigilantisme Digital (Season 3 Episode 3 – “Shut Up and Dance”)
  12. Eskapisme Digital (Season 3 Episode 4 – San Junipero”)
  13. Politik Identitas (Season 3 Episode 5 – “Men Against Fire”)
  14. Perilaku Disinhibisi Online (Season 3 Episode 6 – “Hated in Nation”)

Yup, daftarnya ada di atas. Silakan di-klik jika ingin melihat pembahasan saya.
Oh, dan satu hal lagi: ALL OF THOSE POSTS CONTAIN SPOILERS. READ AT YOUR OWN RISKS.
Thank you!

Jumat, 19 Oktober 2012

Manusia, Keanehan, dan Sebuah Curahan

Hidup ini lucu. Aku terkadang tertawa saat merenungkan diriku sendiri. Mengapa hidup ini lucu? Penyebabnya ialah manusia itu sendiri.

Manusia itu makhluk yang aneh. Saat kecil, ia ingin cepat-cepat menjadi besar. Saat besar, ia rindu untuk menjadi kecil kembali. Sangat menggelikan. Aku manusia dan aku mengalaminya. Ya, aku menggelikan.
Manusia itu makhluk yang aneh. Saat ada sesuatu di dekatnya, ia diam. Tetapi saat sesuatu itu menjauh, sang manusia malah ingin mendapatkannya. Sangat aneh.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Kawan, Inikah Jakarta?


Sedikit Perbincangan dengan Seorang Kawan

Post Basa-Basi

Ini tulisan pembuka. Aku termenung, haruskah setiap program memiliki awalan? Sepertinya, iya. Dan, jika demikian, maka ini adalah tulisan pembuka dalam blog ini.

Dengan segenap tenaga dan usaha (dibantu dengan do'a), saya ingin blog ini menjadi sebuah tempat membaca dan berbagi idea. Menjadi sebuah tempat perenungan. Menjadi tempat berpikir.

Kesalahan selalu ada. Meski demikian, salah atau tidaknya seseorang itu relatif. Relatif iya, dan relatif tidak. Aku adalah seorang anak yang dalam proses menuju kedewasaan. Aku hanyalah seonggok daging yang sedang mencari makna hidup...

Then, I'll start to write on this blog. Enjoy ;)